Kisah Sahabat Nabi (3)

Dia adalah penderma hari Tabuk saat muslimin akan berangkat perang di musim paceklik. Dia pula penderma air untuk muslimin di musim kemarau. Dia yang dengan sifat pemalunya, membuat malaikat pun malu. Dia seorang syahid, juga sang pemilik dua cahaya. ‘Utsman bin ‘Affan radliyallahu ‘anhu.

…

Tentu saja banyak sekali hal yang bisa diceritakan tentang beliau. Masa muda beliau bersahaja, masa paruh baya beliau penuh derma, dan masa tua pun tabah menghadapi fitnah yang membara. Akan tetapi kali ini, kita akan memetik salah satunya, mengambil ibrah untuk saat ini dan seterusnya.

“’Umar adalah pintu fitnah..” ketika ‘Umar wafat, maka terbukalah pintu fitnah di antara muslimin. Benar adanya, di masa ‘Utsman, perlahan-lahan perpecahan mulai menggerogoti umat Islam. Segolongan orang keberatan dan menuduh ‘Utsman mengangkat kerabat-kerabatnya menjabat. Segolongan lain merasa sahabat yang lain lebih berhak menjadi khalifah. Hingga golongan-golongan itu menuntut ‘Utsman melepaskan amanat khilafah untuk digantikan oleh orang yang mereka kehendaki.

Para sahabat mengirim anak-anak mereka untuk berjaga di sekitar ‘Utsman saat para pemberontak mengepung kediaman sang Khalifah. ‘Ali dan Zubair mengutus Al-Hasan dan ‘Abdullah. Thalhah dan Sa’d bin Abi Waqqash mengutus Muhammad dan ‘Umar. Meskipun para sahabat meyakini bahwa fitnah ini akan terjadi sebagaimana yang Rosul ﷺ beritahukan dahulu, tapi mereka tidak berdiam diri menyerahkan Khalifah begitu saja untuk dibunuh pemberontak.

‘Utsman pun yakin fitnah ini pasti terjadi, tak terelakkan. Maka dia berpegang pada pesan Rosul ﷺ untuknya, jangan tanggalkan jubah yang Allah pakaikan padamu sekalipun mereka memaksamu. ‘Jubah’ itu adalah amanat khilafah yang Allah titipkan melalui syuro muslimin.

Hingga akhirnya Madinah mendengar berita kematian ‘Utsman, yang jauh sebelumnya Rosul ﷺ kabarkan ‘sebagai syahid’. Betapa peliknya musibah politik. Hingga Khalifah dibunuh oleh orang-orang yang mengaku muslimin. Maka sehelai panjang benang merah kita tarik, adu domba, perpecahan umat, membuahkan fitnah besar; mengalirkan darah seorang muslim, khalifah yang merupakan sahabat sekaligus menantu Rosul ﷺ, di kota hijrah Nabi ﷺ, dan sahabat senior masih ada saat itu.

Bolehlah kita berkaca pada kisah ‘Utsman, karena di akhir zaman ini, fitnah keleleran di mana pun walaa haula walaa quwwata illa billah.. Tentang politik yang tak pernah lepas dari tipu muslihat, makar, dan konspirasi. Momen yang akan datang.

Kita tidak bisa menentukan takdir macam apa yang akan terjadi, tapi kita bisa memutuskan aturan siapa yang kita perjuangkan. Seperti terbunuhnya ‘Utsman yang tak terelakkan, dan para sahabat yang tetap berikhtiar dan berpegang pada aturan Allah dan Rosul-Nya ﷺ. Pada akhirnya, bukankah setiap orang akan dihisab dan dibalas setimpal dengan apa yang dia usahakan?

Ref :

  1. Al-Fitnah bainash Shahabah (Syeikh Muhammad Hassan)
  2. Al-Amin Dzun Nuroin (Mahmud Syakir)
  3. آثار فتنة مقتل عثمان رضي الله عنه ونتائجها (alukah.net)

https://www.alukah.net/sharia/0/730/%D8%A2%D8%AB%D8%A7%D8%B1-%D9%81%D8%AA%D9%86%D8%A9-%D9%85%D9%82%D8%AA%D9%84-%D8%B9%D8%AB%D9%85%D8%A7%D9%86-%D8%B1%D8%B6%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87-%D8%B9%D9%86%D9%87-%D9%88%D9%86%D8%AA%D8%A7%D8%A6%D8%AC%D9%87%D8%A7/

4. عشرون وسيلة لمواجهة الفتن – ملفات متنوعة – طريق الإسلام (islamway.net)

https://ar.islamway.net/article/1137/%D8%B9%D8%B4%D8%B1%D9%88%D9%86-%D9%88%D8%B3%D9%8A%D9%84%D8%A9-%D9%84%D9%85%D9%88%D8%A7%D8%AC%D9%87%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D9%81%D8%AA%D9%86

5. Foto diambil dari https://th.bing.com/th/id/R.7cbf2c7c99220594768e7fb118c90ebb?rik=h7LSBVlUPLCl1Q&riu=http%3a%2f%2fs3.amazonaws.com%2fs3.timetoast.com%2fpublic%2fuploads%2fphotos%2f9219214%2fOthman_Ibn_Affan.jpg%3f1479931301&ehk=DYNXz5tWxcphzvPJyR7iJURsD614S5duo630vfkIP9w%3d&risl=&pid=ImgRaw&r=0

1 Comment

Comments are closed.