Rapat Kerja PMA (Pendidikan Menengah Agama) T.P. 2025

Segenap asatidzah (pengajar) Pendidikan Menengah Agama (PMA) pada hari Ahad, 29 Desember 2024, berkumpul bersama mengadakan Rapat Kerja untuk tahun pelajaran 2025. Raker dilaksanakan di Rumah Quran Al Furqon, Nusukan, Surakarta.

Diawali dengan Targhib dan tausiyah dari Ust Probo. Beliau menyampaikan pentingnya bersyukur kepada Allah karena masih diberi kesempatan beramal sholih di lembaga dakwah PMA (Pendidikan Menengah Agama). Diberi kesempatan menjadi bagian dari terbaiknya umat.
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ 
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Mengajar Al-Qur’an adalah salah satu amal terbaik yang bisa dilakukan seorang Muslim.  – Keberkahan ilmu Al-Qur’an akan terus mengalir, baik kepada yang belajar maupun yang mengajarkan

Sebagai pengajar agama, tugas ini adalah bentuk jihad yang mengorbankan waktu, tenaga, bahkan harta demi menyampaikan ilmu Allah. Pengajaran ilmu agama bukan hanya tugas, tetapi juga investasi menuju surga yang Allah janjikan. 

Rasa syukur diwujudkan dalam beberapa perkara, diantaranya
1. Niat Ikhlas
Jumlah peserta tidak menentukan keberhasilan seorang pengajar. Fokuslah pada keberkahan ilmu yang diajarkan. Ikhlas menjaga niat adalah kunci agar amal diterima di sisi Allah. 
2. Istiqomah
Istiqamah berarti konsisten dalam kebaikan, meskipun terkadang hasilnya belum terlihat. Mengajar adalah ibadah yang membutuhkan kesabaran dan keikhlasan, baik dalam situasi mudah maupun sulit. 
3. Mempunyai karakter yang baik (disiplin dan tepat waktu)
4. Memupuk potensi ruhiyah pribadi sebagai fondasi dakwah
صَلَاحُ الْمَرْءِ صَلَاحُ أُمَّتِهِ 
“Perbaikilah dirimu, maka umat akan baik karena kebaikanmu.” 
(HR. Al-Bukhari) 
Amal pribadi adalah fondasi utama dalam menyebarkan ilmu agama. Keteladanan dari amal pribadi seorang pengajar lebih efektif daripada sekadar kata-kata. 

Sesi kedua adalah Evaluasi KBM 2024 dan Penentuan Kenaikan Fashl oleh Mudir PMA dr Djoko Widodo. Evaluasi meliputi kehadiran murid, kehadiran guru, target materi pelajaran, kedekatan guru dengan murid, peran aktif takhosus, kitab pendamping pembelajaran, dan kegiatan Ahad kelima. Penentuan Kenaikan Fashl berdasarkan kriteria kenaikan Fashl yaitu mengikuti Ujian Semester dan Ujian Kenaikan Fashl, dan prosentase kehadiran 75%.

Sesi ketiga adalah penyusunan program dan jadwal KBM tahun 2025. Di tahun 2025 ada 3 fashl, fashl 1 terdiri murid putra putri, fashl 2 terdiri murid putra putri, dan fashl 3 terdiri murid putri.
Semangat dari pengajar semoga membawa peningkatan kualitas dan kuantitas KBM di PMA di tahun 2025.
– Div Tim IT-