“Ketika aku sedang tidur,” kisah Nabi ﷺ suatu hari, di hadapan para sahabat “..aku bermimpi berada di surga. Kulihat ada seorang perempuan yang tengah berwudhu di samping istana. Aku pun bertanya, ‘Milik siapa surga ini?’. (Dijawablah milik siapa) Lantas aku teringat betapa pencemburunya orang itu, dan aku pun segera berbalik pergi.”
Orang itu ternyata hadir di majelis Nabi ﷺ. Dia pun menangis seraya berujar,
“Apakah saya akan cemburu padamu, wahai Rosulullah?”
…

Gambar diambil dari Google
Sudahkah kalian berhasil menerka, siapa sahabat yang akan kita kutip kisahnya kali ini? Sahabat yang pernah sangat terharu dan bangga karena Rosul ﷺ memanggilnya dengan ‘Yaa Akhi’, hingga kalau dunia seisinya diberikan untuk mengganti panggilan itu dia tak akan mau? Ah, mungkin ada hal yang sangat kita ketahui tentang beliau. Beliau adalah sahabat yang setan enggan berpas-pasan dengannya di jalan. ‘Umar ibnul Khaththab radliyallahu ‘anhu.
Ibnu Mas’ud pernah berujar bahwa ‘Umar adalah sosok yang Islamnya ‘merupakan kemuliaan, hijrahnya adalah kemenangan dan pertolongan, dan kepemimpinannya adalah sebuah rahmah.
“Demi Allah..” masih pernyataan Ibnu Mas’ud, ”..kami dulu tidak bisa sholat terang-terangan di sekitar Ka’bah sampai Umar masuk Islam.”
‘Umar sebelum masuk Islam merupakan jagoan pasar ‘Ukadh yang dielu-elukan. Dia kuat dan pemberani. Sikap kerasnya itu tak luntur setelah beliau masuk Islam. Kala itu, orang yang masuk Islam akan menyembunyikan keislamannya karena penindasan kuffar terhadap muslimin. Namun ‘Umar berbeda. Justru ‘Umar mencari orang yang paling ‘ember’ dalam menyebarkan berita.
Adalah Jamil bin Ma’mar Al-Jumahi seorang yang terkenal sangat luwes menyebar berita. Maka ‘Umar mendatanginya dan dengan sengaja berkata pada Jamil, “Hei Jamil.. Apa kamu sudah tau bahwa aku memeluk Islam?” Keren ya, ‘Umar. Masyaallah..
Di hari menjelang Abu Bakr wafat, Abu Bakr mempersiapkan Umar sebagai penggantinya, memimpin muslimin. Salah seorang sahabat dari muhajirin mengkhawatirkan hal tersebut, datang kepada Abu Bakr yang terbaring sakit dan berkata,
“Wahai Abu Bakr, aku mengingatkanmu pada Allah dan hari akhir. Engkau telah menyiapkan penggantimu dengan seseorang yang keras, mendesak orang-orang dan mereka tidak mampu menolaknya. Allah akan menanyaimu perihal ini!”
“Dudukkan aku,” pinta Abu Bakr tegas,”Apakah kalian menakutiku dengan Allah? Sungguh aku akan beralasan pada Allah, Ya Allah,aku telah meninggalkan orang terbaik sebagai pemimpin pengganti untuk mereka..”
Saat Umar terluka karena tikaman Abu Lu`lu`ah, Ali ra menjenguk beliau dan meletakkan tangan di pundak beliau seraya berkata,
“Sungguh tidak ada lagi orang yang aku inginkan untuk bertemu Allah dengan membawa amalan sepertinya kecuali engkau.. “
Lalu kata Ali lagi, “Aku sering mendengar Rosulullah ﷺ bersabda,’Aku, Abu Bakr dan ‘Umar pergi..’ ‘Aku, Abu Bakr dan ‘Umar masuk..’ ‘Aku, Abu Bakr dan ‘Umar keluar..’”

Gambar diambil dari Google
‘Umar menginspirasi kita banyak hal, salah satunya bahwa kita bisa menjadi baik dengan mulazamatul akhyar, alias membersamai orang-orang baik. Besar harapan, semoga Allah mempersatukan kita dengan orang-orang baik di surga-Nya.
Ref :
- Shahihul Bukhari 3/1185
- Fadlailush Shahabah li Ahmad bin Hanbal
- Fadllu ‘Umar ibnil Khaththab (Syaikh ‘Utsman Al-Khamis)
- Sirah libni Ishaq

Maa syaa Allah… Umar Ibnul Khathab…