
Siapakah seseorang yang sangat populer, setelah Nabi Muhammad ﷺ? Seseorang yang bila kita menilik siroh Nabi ﷺ, maka akan banyak kita dapati namanya di sisi Nabi ﷺ?
Jawabannya adalah ‘Abdullah bin ‘Utsman. Lelaki yang memiliki banyak keistimewaan di sisi Nabi ﷺ dan beliau adalah orang yang paling Nabi ﷺ cintai di antara para sahabat laki-laki.
Adakah nama tersebut familiar? Mari kita simak bersama kisah sahabat yang memiliki kedudukan spesial di hati Nabi ﷺ kita ini.
…
Suatu ketika, Nabi ﷺ yang sedang duduk bersama para sahabat bertanya,
“Siapakah di antara kalian yang hari ini berpuasa?” Semua orang diam dan ’Abdullah menjawab,”Saya, wahai Rasulullah..”
Lantas Nabi ﷺ bertanya lagi,”Siapakah di antara kalian yang hari ini telah menjenguk orang sakit?” Tak ada yang menjawab kecuali ‘Abdullah,”Saya, wahai Rasulullah..”
Pertanyaan berikutnya dari Nabi ﷺ adalah.”Siapakah di antara kalian yang hari ini menyolati jenazah?” Lagi-lagi semua orang diam, hanya ‘Abdullah yang menjawab,”Saya, wahai Rasulullah..”
Nabi ﷺ masih melontarkan pertanyaan,”Siapakah di antara kalian yang hari ini bersedekah?” ‘Abdullah menjawab sementara yang lain tetap terdiam,”Saya, wahai Rasulullah..”
Kemudian Nabi ﷺ bersabda, “Tidaklah hal-hal tersebut terkumpul pada seseorang kecuali dia masuk surga.”
…
Pada lain kesempatan, di hadapan para sahabat juga, Nabi ﷺ pernah menyampaikan,
“Sesungguhnya surga itu memiliki 8 pintu.. setiap orang yang mempunyai amalan khusus, akan dipanggil dari pintu berdasarkan amalannya. Jika dia ahli sholat, dia akan dipanggil dari pintu sholat. Jika dia ahli sedekah, akan dipanggil dari pintu sedekah. Jika dia ahli jihad, akan dipangggil dari pintu jihad. Jika dia ahli puasa, akan dipanggil dari pintu rayyan.”
“Wahai Rosulullah..” tanya “Abdullah bin ‘Utsman,”Bagaimana jika seseorang melakukan semua amalan dengan istimewa?”
Jawab Nabi ﷺ,”Dia akan dipanggil dari semua pintu dan dia boleh masuk dari mana saja yang dia mau. Engkau salah satunya..”
…
Di hari Haji Wada’, Rosul ﷺ bercerita,
“Seorang hamba, Allah beri dia pilihan; Dunia atau apa yang di sisi Allah. Lantas dia memilih apa yan g ada di sisi Allah.”
Mendengar hal itu, ‘Abdullah menangis. “Ayah dan Ibuku menjadi tebusanmu wahai Rosulullah..”

Para sahabat terheran, mengapa beliau menangisi seorang hamba yang memilih apa yang di sisi Allah? Ternyata, hamba yang dikisahkan Nabi ﷺ adalah Nabi ﷺ sendiri, dan Nabi-lah hamba yang diberi pilihan itu.
Artinya, ketika itu Nabi Muhammad ﷺ diberi pilihan oleh Allah antara dunia dan apa yang di sisi Allah (kematian). Nabi ﷺ pun memilih apa yang di sisi Allah, yang maknanya Nabi ﷺ akan segera menemui ajal beliau. Bahkan saat itu, yang memahami hal tersebut hanya ‘Abdullah.
Jadi, siapakah gerangan sahabat kecintaan Nabi ﷺ dengan amal shalihnya yang tak terhingga, dan keutamaannya tak terlampaui ini? Siapakah beliau yang sudah terjamin memiliki privilege masuk surga —dari pintu manapun yang beliau inginkan, saat jutaan manusia lain bahkan belum tentu bisa memasuki salah satunya? Siapakah beliau yang demikian bisa memahami Nabi ﷺ dan mempunyai tempat terkhusus dalam hati Nabi ﷺ?
Beliaulah yang lebih kita kenal dengan kun-yah Abu Bakr, Ash-Shiddiq —sang pemercaya, yang mengimani Nabi ﷺ tanpa pertanyaan ataupun keraguan, yang terlahir dengan nama ‘Abdullah bin ‘Utsman Abu Quhafah.
Abu Bakr sangat bisa menjadi inspirator untuk kita, beramallah apapun lillah dan jangan batasi diri dengan beberapa amal saja.
Ref :
- Fadla`ilu Abi Bakr Ash-Shiddiq ra lisy-Syaikh ‘Utsman Al-Khamis (2016)
- Mausu’atul Ahaditsin Nabawiyyah
- Shahih Muslim 2/713 (1028)
- Al-Bahrul Muhith Ats-Tsajjaj fi Syarhi Shahihil Imam Muslimibnil Hajjaj
- Dll
