Seorang anak, meskipun telah berkeluarga, tetap wajib berbakti kepada kedua orang tuanya. Kewajiban ini tidaklah gugur bila seseorang telah berkeluarga. Namun sangat disayangkan, betapa banyak orang yang sudah berkeluarga lalu mereka meninggalkan kewajiban ini. Mengingat pentingnya masalah berbakti kepada kedua orang tua, maka masalah ini perlu dikaji secara khusus.
Jalan yang haq dalam menggapai ridha Allah ‘Azza wa Jalla melalui orang tua adalah birrul walidain. Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan salah satu masalah penting dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an, setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid, Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya.
Berikut ini beberapa hadist terkait dengan birrul walidain.
1/1. Dari Aim Amr Asy-Syaibani, dia berkata, “Pemilik rumah ini meriwayatkan kepadaku -sambil memberikan isyarat dengan tangannya ke rumah Abdullah- dia berkata,
۱/۱ سَأَلْتُ النبي صلى الله عليه وسلم: أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ؟ قَالَ : الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ ؟ قَالَ : ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ، قُلْتُ : ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ ثُمَّ الْجِهَادِ فِي سَبِيْلِ اللهِ قَالَ : فَحَدَّثْنِي بِهِنَّ وَلَوِ اسْتّزَدْتُهُ لَزَادَنِى
‘Saya bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah perbuatan yang paling dicintai Allah Azza wa Jalla?.” Nabi menjawab, “Shalat pada waktunya”. Kemudian saya bertanya lagi, “Lalu apa?.” Rasulullah menjawab, ‘Kemudian berbuat baik kepada kedua orang tad’. Lalu saya kembali bertanya, “Lalu apa?” Rasulullah menjawab, “Kemudian jihad dijalan Allah’.” Abdullah berkata, ‘Rasulullah menerangkan perkara tersebut kepadaku. Sekiranya aku meminta tambahan kepadanya, maka niscaya beliau akan menambahnya untukku”. Shahih, disebutkan di dalam kitab Al Irwa* (1197), (Bukhari, 9. Kitab Mawaqitush-Shalat, 5- Bab Fadhlus-Shalati li Waqtiha. Muslim, 1-Kitab Al Iman, hadits 137,138,139 dan 140)
2/2. Dari Abdullah bin Umar, dia berkata,
٢/٢ رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
“Ridha Tuhan terletak pada ridha kedua orang tun dan kemurkaan Tuhan terletak pada kemurkaan kedua orang tua”. Hasan mauquf dan shahih marfu’ didalam kitab Ash-Shahihah (515).
