Selasa, 17 Februari 2026 – Alhamdulillah, kegiatan Upgrading Instruktur Pusdiklat Al-Abrar telah terlaksana dengan baik dan lancar. Upgrading dilaksanakan jam 08.00 – 11.45 WIB di Taman Balekambang (Bale Apung). Kegiatan diikuti sekitar 45 peserta instruktur, meskipun terdapat beberapa yang berhalangan hadir. Acara berlangsung hangat, reflektif, dan penuh semangat kebersamaan, dengan dua kali jeda istirahat dan snack di sela-sela sesi.
Sesi pembuka menekankan penyamaan cara pandang instruktur tentang:
1. Apa yang dimaksud peradaban dakwah yaitu dakwah yang tidak berhenti di event, tetapi hidup dalam manusia, nilai, dan kesinambungan kader.
2. Pentingnya upgrading bukan sekadar menambah skill, tetapi meluruskan mindset dan arah peran instruktur.
3. Penegasan kembali peran instruktur sebagai: teladan, penggerak kader, penjaga nilai lembaga, pendamping proses dakwah
Sesi ini menjadi fondasi agar seluruh instruktur satu frekuensi dalam memahami fase gerak lembaga: dari aktivitas menuju peradaban dakwah.
Sesi Kedua adalah Sharing, Refleksi & Diskusi Kelompok
Peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk refleksi dan diskusi. Beberapa poin utama yang muncul:
Temuan refleksi umum:
– Sebagian yunior cenderung berada di “zona nyaman” karena merasa sudah ada senior yang menangani.
– Keterlibatan sering dipengaruhi faktor mood, kelelahan, dan padatnya aktivitas luar.
– Pusdiklat belum selalu menjadi prioritas utama bagi sebagian instruktur.
– Solidaritas dan kerja sama lintas latar belakang masih perlu dikuatkan.
– Inisiatif kegiatan masih sering menunggu arahan dari atas.
– Instruktur baru perlu pemantapan dan pendampingan lebih serius.
– Peserta lama yang vakum sering merasa canggung untuk aktif kembali.
Arah perbaikan yang diusulkan:
– Meluruskan niat dakwah karena Allah, bukan mencari pengikut.
– Meningkatkan kualitas ibadah pribadi sebagai bekal dakwah.
– Menguatkan ukhuwah dan solidaritas antar instruktur.
– Memberi ruang ide-ide kekinian dengan penjelasan yang terbuka.
– Menguatkan komunikasi dan sinergi kepanitiaan.
– Mengadakan kegiatan bersama untuk penyatuan mindset.
– Menjalin pembinaan intens ke sekolah (rohis SMA/SMK) dengan pendekatan yang relevan zaman.
– Menyampaikan dakwah dengan bahasa yang sesuai dengan objek dakwah.
Diskusi berlangsung hidup, namun waktu terasa kurang panjang sehingga pembahasan rencana teknis ke depan belum seluruhnya tuntas dan akan dilanjutkan pada forum berikutnya.
Sesi penutup berisi Penegasan kembali nilai-nilai inti lembaga yaitu adab berjamaah, tanggung jawab, kolektif, siap ditugaskan, siap mendampingi.
Ajakan komitmen bersama untuk menjadi instruktur yang dapat diandalkan, tidak hanya saat tampil, tetapi juga dalam proses dan pendampingan.
Peneguhan bahwa kekuatan dakwah terletak pada nilai yang dijaga secara konsisten, bukan pada ramainya acara.
Alhamdulillah, upgrading berjalan lancar, penuh keterbukaan dan kesadaran bersama. Terbangun banyak catatan penting, bahan muhasabah, dan arah perbaikan ke depan. Semoga menjadi langkah nyata memperkuat peran instruktur sebagai penjaga nilai dan penggerak peradaban dakwah.
Semoga Allah memberkahi langkah-langkah kecil yang dijaga bersama ini. Aamiin


