<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hadist &#8211; Pusdiklat Al Abrar Surakarta</title>
	<atom:link href="https://alabrar.or.id/category/artikel/hadist/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://alabrar.or.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Apr 2025 08:38:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.7</generator>

<image>
	<url>https://alabrar.or.id/wp-content/uploads/2023/09/cropped-cropped-Salinan-dari-Pusdiklat-Al-Abrar-2-32x32.png</url>
	<title>Hadist &#8211; Pusdiklat Al Abrar Surakarta</title>
	<link>https://alabrar.or.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Shaf Sholat Terbaik</title>
		<link>https://alabrar.or.id/shaf-sholat-terbaik.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin@alabror]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Feb 2024 04:57:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Hadist]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alabrar.or.id/?p=617</guid>

					<description><![CDATA[خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجالِ أوَّلُها، وشَرُّها آخِرُها، وخَيْرُ صُفُوفِ النِّساءِ آخِرُها، وشَرُّها أوَّلُها “Shaf terbaik untuk laki-laki adalah yang paling depan, dan yang terburuk adalah yang <a class="mh-excerpt-more" href="https://alabrar.or.id/shaf-sholat-terbaik.html" title="Shaf Sholat Terbaik">(Selengkapnya... )</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="741" height="463" src="https://alabrar.or.id/wp-content/uploads/2024/02/image.png" alt="" class="wp-image-619" style="aspect-ratio:1.6004319654427646;width:624px;height:auto" srcset="https://alabrar.or.id/wp-content/uploads/2024/02/image.png 741w, https://alabrar.or.id/wp-content/uploads/2024/02/image-300x187.png 300w" sizes="(max-width: 741px) 100vw, 741px" /></figure>



<p class="has-text-align-right"><strong>خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجالِ أوَّلُها، وشَرُّها آخِرُها، وخَيْرُ صُفُوفِ النِّساءِ آخِرُها، وشَرُّها أوَّلُها<br></strong></p>



<p>“Shaf terbaik untuk laki-laki adalah yang paling depan, dan yang terburuk adalah yang paling belakang. Adapun shaf terbaik untuk perempuan adalah yang paling belakang, dan yang terburuk adalah yang paling depan.”<br>Begitu kiranya, terjemah lafal hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, 440.</p>



<p>Menurut ulama, shaf terdepan menjadi paling utama bagi lelaki disebabkan posisi shaf dekat dengan imam dan jauh dari shaf perempuan. Shaf belakang menjadi  tidak afdhol karena jauh dari bacaan imam dan lebih dekat dengan shaf perempuan. Shaf belakang seakan menggambarkan sedikitnya semangat menjemput kebaikan dan pahala.</p>



<p>Sebaliknya, shaf belakang menjadi yang paling utama bagi perempuan karena itu lebih terjaga dan jauh dari shaf laki-laki. Shaf terdepan menjadi tidak afdlol untuk perempuan karena posisinya lebih dekat kepada fitnah.</p>



<p>Namun, ada penjelasan ulama yang perlu kita perhatikan terkait hadits tersebut, bahwa keadaan shaf perempuan yang disebutkan dalam hadits tersebut berlaku apabila jamaah perempuan sholat bersama laki-laki dalam satu ruang, yang jamaah perempuan dapat melihat dan terlihat jamaah laki-laki. Apabila jamaah perempuan sholat di tempat yang tertutup dari jamaah laki-laki, atau sholat tanpa jamaah laki-laki, maka shaf terdepan menjadi paling utama. <em>Wallahu a’lam</em></p>



<p>Merujuk pada hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Shaf terbaik laki-laki adalah yang terdepan</li>



<li>Shaf terbaik perempuan adalah yang paling belakang, jika shalat berjamaah dengan laki-laki tanpa adanya tirai</li>



<li>Shaf terbaik perempuan adalah yang terdepan, jika shalat dengan jamaah perempuan saja, atau shalat di tempat yang tidak terlihat oleh laki-laki</li>



<li>Perempuan boleh sholat di masjid berjamaah dengan laki-laki, dengan shaf yang terpisah dari shaf laki-laki</li>



<li>Amalan manusia memiliki tingkatan berdasarkan keutamaannya di hadapan Allah, yang diberitahu oleh Allah dan Rosul-Nya</li>



<li>Syariat Islam memperhatikan posisi perempuan agar tertutup dari laki-laki, bahkan di tempat beribadah sekalipun<br><em>Wallahua&#8217;lam wa &#8216;ilmuhu atamm</em></li>
</ol>



<p>Ref :</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Shahih Muslim</li>



<li>Mirqotul Mafatih Syarhu Misykatil Mashabih (‘Ali Al-Qori)</li>



<li>Subulus Salam Syarhu Bulughil Maram (Muhammad Ash-Shan’aniy)</li>



<li>Taudlihul Ahkam min Bulughil Maram (‘Abdullah Al-Bassam)</li>



<li>Tas-hilul Ilmam bi Fiqhil Ahadits min Bulughil Maram (Al-‘Utsaimin)</li>



<li>Majmu’u Fatawa Bni Baz (25/245)</li>



<li>Foto diambil dari https://th.bing.com/th/id/OIP.jNK7i-cx8Ei3zqOYbJUhBQAAAA?rs=1&amp;pid=ImgDetMain</li>
</ol>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukti Ilmiah Hadist Nabi Tentang Urin Bayi</title>
		<link>https://alabrar.or.id/bukti-ilmiah-hadits-nabi-tentang-urin-bayi.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[abuathif]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Apr 2017 02:54:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hadist]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://alabrar.or.id/?p=217</guid>

					<description><![CDATA[Wahai saudaraku, pernahkah Anda membaca hadits Nabi yg berkaitan dengan air kencing bayi laki2 dan bayi perempuan memiliki perbedaan perlakuan? Mengikuti kajian dengan ustadz Nurdin <a class="mh-excerpt-more" href="https://alabrar.or.id/bukti-ilmiah-hadits-nabi-tentang-urin-bayi.html" title="Bukti Ilmiah Hadist Nabi Tentang Urin Bayi">(Selengkapnya... )</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wahai saudaraku, pernahkah Anda membaca hadits Nabi yg berkaitan dengan air kencing bayi laki2 dan bayi perempuan memiliki perbedaan perlakuan?</p>
<p>Mengikuti kajian dengan ustadz Nurdin beberapa waktu lalu, membuat saya penasaran memahami makna dibalik matan(bunyi) hadits berikut ini:</p>
<p>Hadis riwayat Abu Daud, Kitab Taharah no 375</p>
<p><span class="arabic">حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ وَالرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ أَبُو تَوْبَةَ &#8211; الْمَعْنَى &#8211; قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ قَابُوسَ عَنْ لُبَابَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ قَالَتْ كَانَ الْحُسَيْنُ بْنُ عَلِىٍّ &#8211; رضى الله عنه &#8211; فِى حِجْرِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَبَالَ عَلَيْهِ فَقُلْتُ الْبَسْ ثَوْبًا وَأَعْطِنِى إِزَارَكَ حَتَّى أَغْسِلَهُ قَالَ إِنَّمَا يُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ الأُنْثَى وَيُنْضَحُ مِنْ بَوْلِ الذَّكَرِ[3] (حسن)</span></p>
<blockquote><p><em>Artinya:”Ketika Sahabat Husain Bin Ali berada dalam pangkuan Rasulullah, dia kencing lalu aku (Lubabah Binti Harits) berkata pakailah pakaian-Mu dan berikan sarung-Mu sehingga aku mencucinya, Rasul berkata: Sesungguhnya air kencing anak perempuan dibasuh dan di percikan bagi kencing anak laki-laki.”</em></p></blockquote>
<p><strong>PENELITIAN ILMIAH</strong></p>
<p>Penelitian ilmiah modern yang dilakukan di bidang ini mengungkapkan adanya perbedaan antara urin (air kencing) bayi laki-laki dan bayi perempuan. Di antaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Ashil Muhammad Ali dan Ahmad Muhammad Shalih dari Universitas Dohuk, Irak. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>Persentase keberadaan bakteri dalam urin atau air kencing bayi dalam masa menyusu dan bayi yang baru lahir, di mana mereka mengumpulkan sampel urin bayi secara acak yang berjumlah 73 bayi (35 perempuan dan 38 laki-laki).</p></blockquote>
<p>Kemudian mereka mengklasifikasikan ke dalam empat kelompok umur; umur di bawah satu bulan, umur satu bulan sampai dua bulan, kemudian (dari dua bulan) sampai tiga bulan dan kemudian lebih dari tiga bulan dengan kemungkinan meningkatnya konsumsi makanan. Sampel dikumpulkan dan langsung diperiksa, dengan mempertimbangkan kemungkinan tingkat maksimum sterilisasi dan menghindari kontaminasi.</p>
<p>Dalam penelitian tersebut menggunakan metode Dr. Hans Christian Gram, yang ditemukan pada tahun 1884 dalam pewarnaan bakteri (metode Gram staining), di mana warna ungu menunjukkan bakteri Gram positif dan warna merah untuk negatif. Semua sampel yang diuji dengan memilih bidang bakteri mikroskopis untuk menghitung jumlah bakteri dengan menggunakan standar pembesaraan 100 kali lipat. Ditemukan bahwa semua Gram negatif, dan diklasifikasikan bahwa ia masuk sebagai bakteri Escherichia Coli.<br />
Artinya adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>Pertama</strong>: Pada kelompok usia nol sampai 30 hari, presentase keberadaan bakteri dalam urin bayi perempuan 95,44% lebih banyak dibandingkan pada urin bayi laki-laki, di mana jumlah bakteri di bidang mikroskopis untuk urin bayi perempuan mencapai 41,9 sedangkan pada bidang yang sama untuk bayi laki-laki hanya berjumlah 2 saja.</p>
<p><strong>Kedua</strong>: Pada kelompok umur (dari satu bulan sampai dua bulan) presentase keberadaan bakteri dalam urin bayi perempuan 91,48% lebih banyak dibandingkan pada urin bayi laki-laki, di mana jumlah bakteri di bidang mikroskopis untuk urin bayi perempuan mencapai 24,1 sementara jumlah dalam bayi laki-laki hanya 2,25.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>: Pada kelompok usia 2-3 bulan, presentase keberadaan bakteri dalam urin bayi perempuan 93,69% lebih banyak dibandingkan pada urin bayi laki-laki, di mana jumlah bakteri di bidang mikroskopis untuk urin bayi perempuan mencapai 24,1 sementara jumlah pada kasus bayi laki-laki hanya 1,6.</p>
<p><strong>Keempat</strong>: Pada kelompok usia lebih dari 3 bulan, presentase bakteri dalam urin bayi perempuan 69% lebih banyak dibandingkan pada urin bayi laki-laki, di mana jumlah bakteri di bidang mikroskopis untuk urin bayi perempuan 13,9 sementara dalam kasus urin bayi laki-laki jumlahnya 6,8. Dan di antara perbandingan di antara jenis yang sama kita cermati bahwa presentase jumlah bakteri pada perempuan (urin bayi perempuan) terus menurun dengan bertambahnya usia, di mana presentase tersebut pada kelompok usia kurang dari satu bulan adalah 41,9, sedangkan pada kelompok usia di atas tiga bulan kita cermati bahwa prosentasenya turun menjadi 13,9 bertolak belakang dengan apa yang diamati pada laki-laki. Di mana presentase bakteri dalam kelompok usia kurang dari dua bulan lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah yang ada pada kelompok usia di atas tiga bulan ( yaitu 6,8).<br />
Di simpulkan dari hal ini bahwa presentase bakteri pada perempuan adalah tinggi sejak hari-hari awal usianya, tanpa melihat perkembangan usia dan terlepas dari apakah ia sudah mulai mengonsumsi makanan atau tidak. Adapun laki-laki maka keberadaan bakteri jauh lebih rendah pada hari-hari pertama usianya. Dan presentase ini mulai meningkat secara bertahap dengan berlalunya waktu, terutama ketika melewati bulan ketiga dari usianya, yang mana meningkatnya kemungkinan mulai peningkatan presentase tersebut dengan mengonsumsi makanan .</p>
<p>Dalam penelitian lain, Dr Shalahuddin Badr menetapkan bahwa di sana ada perbedaan antara urin bayi laki-laki yang masih menyusu dengan urin perempuan. Dan kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: Ilmu pengetahuan pada hari ini menetapkan bahwa urin mengandung bakteri pathogen dalam jumlah yang besar, yang menyebabkan penularan banyak jenis penyakit ganas.</p>
<p>Di antara bakteri ini adalah: Bakteri E. coli (Escherichia Coli), staphylococcus, difteri, bakteri streptokokus, jamur candida, dan lain-lain. Oleh sebab itu wajib mencuci, membersihkan tubuh dan pakaian dari urin ini sehingga tidak terkena penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari jenis bakteri pathogen ini.</p>
<p>Ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa urin anak yang baru lahir adalah steril, dan tidak ada bakteri jenis apapun di dalamnya, tapi kemudian setelah itu ia membawa bakteri, dan kebanyakan kontaminasi bakteri berasal dari saluran pencernaan.<br />
Dan Dr. Shalahuddin dalam penelitiannya menegaskan bahwa urin bayi laki-laki yang masih menyusu, yang hanya mengonsumsi ASI saja (susu alami) tidak mengandung bakteri jenis apapun. Sementara pada bayi perempuan yang masih menyusu mengandung beberapa jenis bakteri, dan dia mengembalikan hal ini kepada perbedaan jenis kelamin.</p>
<p>Hal ini disebabkan oleh saluran kencing perempuan lebih pendek daripada saluran pada laki-laki, di samping adanya sekresi kelenjar prostat yang ada pada laki-laki, yang berperan untuk membunuh kuman. Oleh karena itu urin bayi laki-laki yang belum memakan makanan tidak mengandung bakteri berbahaya. Dan sebagai akibat dari perbedaan anatomi sistem pembuangan urin pada perempuan dan laki-laki, maka perempuan lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri dibandingkan laki-laki. Maka suatu hal yang mudah untuk berpindahnya bakteri ke kandung kemih pada wanita, terutama bakteri yang berpindah dari ujung sistem pencernaan dan berhubungan dengan saluran kemih, dan kebanyakan bakteri tersebut adalah bakter coliform. Hal itu karena struktur anatomi sistem pembuangan urin, dan kecilnya saluran kemih jika dibandingkan dengan sistem pada laki-laki.</p>
<p>Ilmu pengetahuan hari ini telah mengungkap bahwa menyusui bayi dengan selain ASI, seperti susu formula atau dengan makanan lainnya, baik yang alami maupun buatan menyebabkan terjadinya kontaminasi urin, dimana ASI mencegah keberadaan bakteri coliform dalam urinnya. Selain itu ada beberapa jenis sukrosa di dalam ASI yang mencegah menempelnya bakteri tersebut sel epitel di dalam sistem kemih, yang menyebabkan tidak terjadinya kontaminasi urin dengan bakteri coliform, dan dengan demikian urin menjadi steril (Diringkas dari British Medical Journal).</p>
<p>Dari sini bisa dilihat bahwa Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam telah mengetahui hal tersebut semenjak 14 abad yang lalu, padahal di zaman beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam belum ada mikroskop dan alat-alat penelitian canggih yang lainnya. Ini semakin menguatkan iman kita akan kebenaran ajaran Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, dan bahwasanya yang beliau bawa adalah dari Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Dan juga membuktikan kepada Barat dari kalangan orang kafir dan orang-orang yang kagum pada mereka bahwa ajaran Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam adalah wahyu dari Allah, bukan karangan beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam. Maka tidaklah kalian beriman? Wallahu Ta&#8217;ala A&#8217;lam.</p>
<blockquote><p>”<em>Air kencing bayi laki-laki (dibersihkan dengan) disiram/diperciki air dan air kencing bayi perempuan dicuci,” Qatadah rahimahullah berkata:” Ini kalau keduanya belum memakan makanan, sedangkan jika sudah memakan makanan maka dicuci air kencing dari keduanya,” (HR. Ahmad dalam Musnad beliau no. 563, dan sanadnya dinyatakan shahih oleh Syu’aib al-Arna’uth dalam Ta’liq beliau terhadap al-Musnad</em>).</p></blockquote>
<p>Sumber: <a href="http://www.segalafakta.id/2013/10/hadits-nabi-air-kencing-bayi-lelaki.html">www.segalafakta.id</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua</title>
		<link>https://alabrar.or.id/berbuat-baik-kepada-kedua-orang-tua.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin@alabror]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2017 13:19:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hadist]]></category>
		<category><![CDATA[birrul walidain]]></category>
		<category><![CDATA[hadist]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://rosihanari.net/others/alabror/?p=142</guid>

					<description><![CDATA[Seorang anak, meskipun telah berkeluarga, tetap wajib berbakti kepada kedua orang tuanya. Kewajiban ini tidaklah gugur bila seseorang telah berkeluarga. Namun sangat disayangkan, betapa banyak <a class="mh-excerpt-more" href="https://alabrar.or.id/berbuat-baik-kepada-kedua-orang-tua.html" title="Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua">(Selengkapnya... )</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang anak, meskipun telah berkeluarga, tetap wajib berbakti kepada kedua orang tuanya. Kewajiban ini tidaklah gugur bila seseorang telah berkeluarga. Namun sangat disayangkan, betapa banyak orang yang sudah berkeluarga lalu mereka meninggalkan kewajiban ini. Mengingat pentingnya masalah berbakti kepada kedua orang tua, maka masalah ini perlu dikaji secara khusus.</p>
<p>Jalan yang haq dalam menggapai ridha Allah ‘Azza wa Jalla melalui orang tua adalah birrul walidain. Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan salah satu masalah penting dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an, setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid, Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya.</p>
<p>Berikut ini beberapa hadist terkait dengan birrul walidain.</p>
<p><span id="more-142"></span></p>
<p>1/1. Dari Aim Amr Asy-Syaibani, dia berkata, &#8220;Pemilik rumah ini meriwayatkan kepadaku -sambil memberikan isyarat dengan tangannya ke rumah Abdullah- dia berkata,</p>
<p><span class="arabic">۱/۱ سَأَلْتُ النبي صلى الله عليه وسلم: أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ؟ قَالَ : الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ ؟ قَالَ : ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ، قُلْتُ : ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ ثُمَّ الْجِهَادِ فِي سَبِيْلِ اللهِ قَالَ : فَحَدَّثْنِي بِهِنَّ وَلَوِ اسْتّزَدْتُهُ لَزَادَنِى</span></p>
<blockquote><p>&#8216;Saya bertanya kepada Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, &#8220;Apakah perbuatan yang paling dicintai Allah Azza wa Jalla?.&#8221; Nabi menjawab, &#8220;Shalat pada waktunya&#8221;. Kemudian saya bertanya lagi, &#8220;Lalu apa?.&#8221; Rasulullah menjawab, &#8216;Kemudian berbuat baik kepada kedua orang tad&#8217;. Lalu saya kembali bertanya, &#8220;Lalu apa?&#8221; Rasulullah menjawab, &#8220;Kemudian jihad dijalan Allah&#8217;.&#8221; Abdullah berkata, &#8216;Rasulullah menerangkan perkara tersebut kepadaku. Sekiranya aku meminta tambahan kepadanya, maka niscaya beliau akan menambahnya untukku&#8221;. Shahih, disebutkan di dalam kitab Al Irwa* (1197), (Bukhari, 9. Kitab Mawaqitush-Shalat, 5- Bab Fadhlus-Shalati li Waqtiha. Muslim, 1-Kitab Al Iman, hadits 137,138,139 dan 140)</p></blockquote>
<p>2/2. Dari Abdullah bin Umar, dia berkata,</p>
<p><span class="arabic">٢/٢ رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ</span></p>
<blockquote><p>&#8220;Ridha Tuhan terletak pada ridha kedua orang tun dan kemurkaan Tuhan terletak pada kemurkaan kedua orang tua&#8221;. Hasan mauquf dan shahih marfu&#8217; didalam kitab Ash-Shahihah (515).</p></blockquote>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/121 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching using Redis

Served from: alabrar.or.id @ 2026-08-08 20:05:55 by W3 Total Cache
-->